Kamis, 20 Oktober 2011
Selasa, 18 Oktober 2011
Ribuan Anak Nikmati Beasiswa
Di bidang pendidikan, ribuan anak pribumi telah, sedang dan akan menikmati beasiswa mulai dari SLTP sampai Perguruan Tinggi (PT). Kepala Bagian Anak dan Pemuda Biro Pendidikan LPMAK, Thobias Yawame mengatakan program beasiswa diberikan kepada anak-anak 7 suku, Papua lain dan luar Papua, yang memenuhi kriteria sesuai pedoman beasiswa yang ditetapkan LPMAK.
Data LPMAK menunjukkan penerima beasiswa per Juni 2010 mencapai 529 anak. Rinciannya Amungme sebanyak 197, Kamoro 73, Damal 20, Dani 44, Mee 67, Moni 56, Nduga 44, Papua lain 16, dan luar Papua 12.
Selain itu LPMAK juga menetapkan sejumlah program kerja lainnya yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, seperti penyediaan asrama, peningkatan mutu pendidikan dasar dan bantuan kerjasama dengan lembaga mitra di bidang pendidikan.
LPMAK menerapkan program matrikulasi yang berawal dari keprihatinan melihat merosotnya pendidikan dasar di Kabupaten Mimika. Banyak anak-anak Kamoro dan Amungme yang hendak dikirim studi ke luar Mimika ternyata kemampuan akademiknya masih belum memenuhi persyaratan. Sehingga program matrikulasi membantu agar anak-anak mampu bersaing dengan siswa dari daerah lain di Indonesia.
Program matrikulasi dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga-lembaga studi terkemuka di Jawa, Papua dan Sulawesi Utara. Untuk tingkat SMA, Biro Pendidikan LPMAK bekerjasama dengan Yayasan Binterbusih di Semarang, SMA St. Nikolaus, Lokon, Tomohon dan SMA Tompasso di Sulawesi Utara.
Sedangkan di tingkat perguruan tinggi, Biro Pendidikan LPMAK bekerjasama dengan IKOPIN Bandung, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, UNIKA Widya Mandala Surabaya, UNIKA Soegijapranata Semarang, Universitas Negeri Papua Manokwari, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Klabat, Universitas Klabat, Universitas Negeri Manado, dan Universitas Katolik Delasalle Manado.
LPMAK sedikitnya juga telah membangun tujuh unit asrama, yaitu Asrama Putra Kamoro, Solus Pupuli, Asrama Putra/I Penjunan, Asrama Putra/I Bintang Kejora Kaokanao, Asrama Putra/i AMOR di Semarang.
Selain itu LPMAK melalui biro pendidikan juga memiliki program pelatihan kepemimpinan, pemberian bantuan sarana dan prasarana sekolah, pemberian makanan tambahan untuk anak sekolah, serta mendukung pendirian sekolah-sekolah alternatif yang berkualitas serta berbasis masyarakat dan pengembangan kampung.
(sumaryoto&nelly bela/radar timika)
Data LPMAK menunjukkan penerima beasiswa per Juni 2010 mencapai 529 anak. Rinciannya Amungme sebanyak 197, Kamoro 73, Damal 20, Dani 44, Mee 67, Moni 56, Nduga 44, Papua lain 16, dan luar Papua 12.
Selain itu LPMAK juga menetapkan sejumlah program kerja lainnya yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, seperti penyediaan asrama, peningkatan mutu pendidikan dasar dan bantuan kerjasama dengan lembaga mitra di bidang pendidikan.
LPMAK menerapkan program matrikulasi yang berawal dari keprihatinan melihat merosotnya pendidikan dasar di Kabupaten Mimika. Banyak anak-anak Kamoro dan Amungme yang hendak dikirim studi ke luar Mimika ternyata kemampuan akademiknya masih belum memenuhi persyaratan. Sehingga program matrikulasi membantu agar anak-anak mampu bersaing dengan siswa dari daerah lain di Indonesia.
Program matrikulasi dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga-lembaga studi terkemuka di Jawa, Papua dan Sulawesi Utara. Untuk tingkat SMA, Biro Pendidikan LPMAK bekerjasama dengan Yayasan Binterbusih di Semarang, SMA St. Nikolaus, Lokon, Tomohon dan SMA Tompasso di Sulawesi Utara.
Sedangkan di tingkat perguruan tinggi, Biro Pendidikan LPMAK bekerjasama dengan IKOPIN Bandung, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, UNIKA Widya Mandala Surabaya, UNIKA Soegijapranata Semarang, Universitas Negeri Papua Manokwari, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Klabat, Universitas Klabat, Universitas Negeri Manado, dan Universitas Katolik Delasalle Manado.
LPMAK sedikitnya juga telah membangun tujuh unit asrama, yaitu Asrama Putra Kamoro, Solus Pupuli, Asrama Putra/I Penjunan, Asrama Putra/I Bintang Kejora Kaokanao, Asrama Putra/i AMOR di Semarang.
Selain itu LPMAK melalui biro pendidikan juga memiliki program pelatihan kepemimpinan, pemberian bantuan sarana dan prasarana sekolah, pemberian makanan tambahan untuk anak sekolah, serta mendukung pendirian sekolah-sekolah alternatif yang berkualitas serta berbasis masyarakat dan pengembangan kampung.
(sumaryoto&nelly bela/radar timika)
Arti Natal
![]() |
| Add caption |
Perayaan Natal adalah sungguh wah dan gemerlap, dengan pohon-pohon cemara lengkap digantungkan hiasan-hiasan, kerlap-kerlip lampu, dan hadiah-hadiah dibawahnya. Malamnya, tepat pukul 24.00 dilakukan (kebaktian)/ saat teduh oleh umat manusia. Rumah-rumah pun dihias pohon cemara, juga toko dan plasa, gedung dan kantor. Acara-acara televisi marak oleh nuansa Natal. Instansi-instansi juga secara resmi merayakannya.
Begitu semaraknya perayaan tersebut, sampai-sampai, paling tidak, membawa tiga kesan: pertama : perayaan Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember adalah sebuah ritus yang berlandaskan nilai kebenaran. Kedua: perayaan Natal telah mencapai “maqam” gengsi simbol status sosial. Sebuah simbol yang membanggakan bagi orang yang merayakannya atau bagi mereka yang tidak “menyambut” perayaan Natal, terkesan tidak prestisius. Ketiga: seolah-olah mayoritas pend
Perayaan Natal adalah sungguh wah dan gemerlap, dengan pohon-pohon cemara lengkap digantungkan hiasan-hiasan, kerlap-kerlip lampu, dan hadiah-hadiah dibawahnya. Malamnya, tepat pukul 24.00 dilakukan (kebaktian)/ saat teduh oleh umat manusia. Rumah-rumah pun dihias pohon cemara, juga toko dan plasa, gedung dan kantor. Acara-acara televisi marak oleh nuansa Natal. Instansi-instansi juga secara resmi merayakannya.
Begitu semaraknya perayaan tersebut, sampai-sampai, paling tidak, membawa tiga kesan: pertama : perayaan Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember adalah sebuah ritus yang berlandaskan nilai kebenaran. Kedua: perayaan Natal telah mencapai “maqam” gengsi simbol status sosial. Sebuah simbol yang membanggakan bagi orang yang merayakannya atau bagi mereka yang tidak “menyambut” perayaan Natal, terkesan tidak prestisius. Ketiga: seolah-olah mayoritas penduduk negeri ini adalah kaum Nasrani. Padahal secara statistik, jumlah mereka tidak lebih dari 15 %.
Berbeda dengan realitas perayaannya yang gemerlap, sejarah Natal 25 Desember sendiri cukup buram. Hampir dapat dipastikan bahwa tidak banyak kalangan-termasuk kaum Kristen sendiri yang paham tentang sejarah peryaan Natal yang ditetapkan pada tanggal 25 Desember tersebut. Salah satu sebabnya adalah tidak adanya literatur yang membeberkan tentang Natal. Jikalau ada hanya memuat keterangan bahwa Natal adalah perayaan orang Nasrani yang jatuh pada tanggal 25 Desember sebagai peringatan hari kelahiran Yesus.
Langkah literatur tentang Natal sebenarnya cukup menjadi alasan untuk bersikap kritis. Benarkah Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember? Jika tidak bagaimana sejarah penetapan 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus, yang akhirnya diperingati sebagai perayaan Natal?
Begitu semaraknya perayaan tersebut, sampai-sampai, paling tidak, membawa tiga kesan: pertama : perayaan Natal yang jatuh pada tanggal 25 Desember adalah sebuah ritus yang berlandaskan nilai kebenaran. Kedua: perayaan Natal telah mencapai “maqam” gengsi simbol status sosial. Sebuah simbol yang membanggakan bagi orang yang merayakannya atau bagi mereka yang tidak “menyambut” perayaan Natal, terkesan tidak prestisius. Ketiga: seolah-olah mayoritas penduduk negeri ini adalah kaum Nasrani. Padahal secara statistik, jumlah mereka tidak lebih dari 15 %.
Berbeda dengan realitas perayaannya yang gemerlap, sejarah Natal 25 Desember sendiri cukup buram. Hampir dapat dipastikan bahwa tidak banyak kalangan-termasuk kaum Kristen sendiri yang paham tentang sejarah peryaan Natal yang ditetapkan pada tanggal 25 Desember tersebut. Salah satu sebabnya adalah tidak adanya literatur yang membeberkan tentang Natal. Jikalau ada hanya memuat keterangan bahwa Natal adalah perayaan orang Nasrani yang jatuh pada tanggal 25 Desember sebagai peringatan hari kelahiran Yesus.
Langkah literatur tentang Natal sebenarnya cukup menjadi alasan untuk bersikap kritis. Benarkah Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember? Jika tidak bagaimana sejarah penetapan 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus, yang akhirnya diperingati sebagai perayaan Natal?
k negeri ini adalah kaum Nasrani. Padahal secara statistik, jumlah mereka tidak lebih dari 15 %.
Berbeda dengan realitas perayaannya yang gemerlap, sejarah Natal 25 Desember sendiri cukup buram. Hampir dapat dipastikan bahwa tidak banyak kalangan-termasuk kaum Kristen sendiri yang paham tentang sejarah peryaan Natal yang ditetapkan pada tanggal 25 Desember tersebut. Salah satu sebabnya adalah tidak adanya literatur yang membeberkan tentang Natal. Jikalau ada hanya memuat keterangan bahwa Natal adalah perayaan orang Nasrani yang jatuh pada tanggal 25 Desember sebagai peringatan hari kelahiran Yesus.
Langkah literatur tentang Natal sebenarnya cukup menjadi alasan untuk bersikap kritis. Benarkah Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember? Jika tidak bagaimana sejarah penetapan 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus, yang akhirnya diperingati sebagai perayaan Natal?
Berbeda dengan realitas perayaannya yang gemerlap, sejarah Natal 25 Desember sendiri cukup buram. Hampir dapat dipastikan bahwa tidak banyak kalangan-termasuk kaum Kristen sendiri yang paham tentang sejarah peryaan Natal yang ditetapkan pada tanggal 25 Desember tersebut. Salah satu sebabnya adalah tidak adanya literatur yang membeberkan tentang Natal. Jikalau ada hanya memuat keterangan bahwa Natal adalah perayaan orang Nasrani yang jatuh pada tanggal 25 Desember sebagai peringatan hari kelahiran Yesus.
Langkah literatur tentang Natal sebenarnya cukup menjadi alasan untuk bersikap kritis. Benarkah Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember? Jika tidak bagaimana sejarah penetapan 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus, yang akhirnya diperingati sebagai perayaan Natal?
Kamis, 02 Juni 2011
BIODATA
Nama : Melpen Tapabago Emigay Beto Yogi. asal paniai Desa Wapegadide Kampung Bamoma, tamat SD di paniai melanjutkan SMP dan SMA di kabupaten Timika selama pada saat sekolah SMP dan SMA saya tinggal bersama keluarga Bapak Yohan zonggonau dan Ibu Herlina sawu di sp III TSM.
Artikan nama Tapabago, Emigay, dan Beto
Tapabago adalah : Tempat melahirkan saya nama Gunung ternama di degeuwa, sejak dulu tete saya tinggal disana cari kus-kus dalam gunung itu, pada saat melahirkan saya Bapak cari kus-kus dan buat jerat di dalam gunung tersebut, apa yang Bapak harapkan dapat berbagai macam kus-kus untuk melaksanakan syukuran, memberikan nama lengkapkuTapabago Melpen Yogi.
Emigay adalah : memberikan nama dari saya sendiri karena apa….? saya mengigat kehidupan pesat yang ku lalui ini, Emigay artinya buangan pada saat SMP dan SMA tidak ada satu orang pun yang perhatikan saya dalam study, saya lewat di depan mereka , mereka jauh dariku pada saat mereka kuliah Bapak memberikan uang untuk membiayai study kenapa mereka tidak perhatikan saya….? SMP dan SMA aku biaya di piara oleh Keluarga Bapak Yohan Zonggonau dan Ibu Herlina Zawu, saya tidak balas apa pun tetapi TUHAN akan membalas semuanya.
Beto artinya : orang tidak mau saya. Beberapa orang yang di biaya oleh Bapak selesai study lalu kerja di Tembagapura tetapi mereka tidak perhatikan saya dalam perjalanan studyku…….kalau saya selesai kuliah dan mendapat kerja saya akan perhatikan mereka punya anak-anak dalam study mereka..!!!!
Selasa, 31 Mei 2011
RIWAYAT HIDUPKU
RIWAYAT HIDUPKU
Kupanjatkan puji dan skukurku kehadirat TUHAN yang Maha esa , atas berkat dan lingdungannya kepada kami keluarga Ayah Yusak Yogi dan Ibunda Paulina Degei melahirkan sebelas bersaudara tetapi Tuhan angkat lima saudari/I dan kami enam bersaudara masih memberikan nafas dan kehidupan kepada setiap individu, maka kami hidup bersama-sama kampong halaman di Bamoma, ketika kami masih kecil Ayah dan Ibu selalu menyusui, memeliara, menggendung, dengan penuh kasih sayang, susah payah, sudah umur sekolah kedua orang tua sepakat untuk mendaftarkan salah satu SD Impres Toyaimoti saya juga sepakat masuk murid baru, pada saat itu kepala sekolah sebagai Bapak Harsono, ketika bangku SD kelas I s/d VI ku alami banyak problebs, Jasmani dan rohani namun TUHAN selalu menjaga, memberikan kesehatan, kekuatan kepadaku semuanya jalani dengan penuh kesabaran sehingga menyelesaikan sekolah dasar dengan baik, tamat SD tahun 2003.
Kemudian kedua orang tua ijinkan untuk melangjutkan sekolah menengah SMP negeri 1 paniai timur komopa saya masuk hanya dua minggu saja, lalu nenek tersayang Yulita Yogi adik kandung dari Bapakku Yusak Yogi jemput di kampong Bamoma , satu minggu kemudian Ayah dan Ibu sepakat untuk melangjutkan sekolah di Kabupaten Timika, suami dari Yulita Yogi Philipus Gobai daftarkan SMP N 4 Timika, kelas satu tinggal bersama keluarga Philipus Gobai di SP 3 jalur 1 Desa karang-senang, dari kelas 2 s/d 3 karena jalan kaki ke sekolah memang tante memberikan uang ongkos setiap bulan 50.000; tetapi pergi ke sekolah tidak mencukupi sehingga setiap pagi sekitar jam 03.00 bangun untuk cuci piring tiga rumah untuk mencari uang ongkos ke sekolah, mereka memberikan harga keringat satu hari 5000 (lima ribu rupiah) maka saya pergi ke sekolah dengan semangat biar bagaiman godaan datang untuk menghanlangi tetapi tetap hadapi dengan kepala dingin.
Dari kelas VII SMP setiap hari jam 04.00 subuh start jalan kaki menuju ke sekolah tiba di sekolah jam 06.30 pagi pada saat itu saya takut dan gentar kuburang SP 2 bunyi besar daun seng, itu sebagai pengalaman yang ku tak akan lupakan dalam hidupku, esok harinya seperti biasa tidak takut lagi ke sekolah tetap semangat , satu bulan kemudian tiba-tiba mobil kaca gelap stop di depan ku, buka pintu lalu dia mengatakan kepada ku adik mengapa engkau setiap hari jalan kaki terus..? ku jawab kepadanya jalan kaki karena tidak mencukupi transportasi ke sekolah tante memberikan uang transportasi tetapi tidak mencukupi untuk satu bulan sehingga biasa jalan kaki setiap pagi saya jawab demikian. Dia mengatakan kepadaku ikut nanti saya tanya mama kalau mama setujuh adik tinggal bersama kami di SP 3 saya sangat senang, didalam mobil berdoa dalam hati saja agar supaya Ibu setujuh, kami sampai di rumah dia tanya kepada Ibunya beberapa menit kemudian panggil saya untuk masuk di ruang tamu ’’’’’mereka dua ber tanya kepadaku 7 pertanyaan sebagai berikut.
1. Apakah kamu mampu piara babi cari kayu bakar sendiri, cari makanan sendiri, masak makanan babi…?
2. Apaka mampu cuci pikirang.?
3. Apakah mampu cuci pakeian kami bertiga.?
4. Apakah mampu babat rumput di halaman rumah ini..?
5. Apakah mampu jaga kios..?
6. Apakah mampu masak makanan kami bertiga..?
7. Apakah semua yang kami memberikan tugas kepadamu ini anda mampu melaksanakan atau tidak……? Saya jawab kepadanya semua yang memberikan tugas ini memang berat tetapi semuanya saya coba dulu, kalau tidak mampu belarti nanti keluar dari disini saya jawab demikian, mereka dua mengatakan kepadaku sekarang kamu sebagai anak pertama rumah ini. Masalah biaya keluarga kami akan tangungjawab.
Pertanyaan diatas tersebut saya sendiri tidak mampu melaksanakan, tetapi sangat bersyukur kepada pencipta langit dan bumi segala isinya bahkan kami umat manusia yaitu: Tuhan yesus memberikan anugrah, rahmat,mativasi, kekuatan, kesehatan maka saya bisa membagi waktu dengan baik salama satu hari 7 pertanyaan tersebut, tak akan istiirahat baik satu hari pun.
Bapak dan Mama angkat Yohan Zonggonau dan Mama Herlina Zawu ijinkan untuk melanjutkan jejang atas sekolah menengah atas SMA YPPGI Timika di jln weyapo Timika indah, pagi berangkat jam 06.00 pulang jam 1 siang sehari memberikan Transportasi 10 ribu rupia dan ijinkan membawa motor ke sekolah. Pulang dari sekolah melangjutkan pekerjaan sehari-hari di atas tersebut kedua orang tua angkat tidak bisa ijinkan kunjungi keluarga , teman-teman, dan om-om kecuali ke gereja boleh ijinkan untuk mendengar sabda TUHAN dan kunjunggi keluarga maupun teman-teman yang berada di kabupaten Timika selama tiga tahun, alasan bagimana pun tidak memperbolehkan untuk kunjungi keluarga jadi selama lima tahun saya anak rumah.
Tahun 2007 naik kelas 2 SMA dari Gereja Kemah Injil ( KINGMI) tanah Papua klasis Mimika membentuk panitia Proseni se klasis Papua, dari badan klasis pilih sebagai wakil Dokumentasi, pupblikasi dan Dekorasi ( DOKPUPDEK) saya sempat tolak karena meginggat pekerjaan dirumah tetapi dari panitia buat surat ijin kepada kedua orang tua angkat, mereka dua setujuah untuk melancarkan kegiatan proseni tersebut . Kami badan panitia cari dana guna memperlancarkan proseni semua pemuda dan pemudi se klesis Timika kompak untuk mencari dana, kami undang setiap klasis se Papua mereka parsitipasi dalam kegiatan proseni , maka itu dari sinode membentuk proseni agar supaya meningkatkan minat dan bakat dimiliki oleh setiap individu mengembangkan seni dan budaya se tanah papua, supaya papua kedepan kata ketua sinode . tugas saya di berikan oleh panitia saya jalankan dengan baik selama satu minggu.
Satu minggu kemudian saya sangat cape duduk-duduk di pigir kandang babi, tiba-tiba Bapak Yannce Gobai datang dekat saya dia cerita-cerita mengenai firman TUHAN, saya pikir ada apa bapak ini tidak pernah datang tapi hari ini datang disini, saya pikir pasti ada masalah dia mengatakan kepadaku mama mu sudah meninggal tadi malam langsung saya pinsang di depan kandang babi. Dia bawa di rumah, Bapak mama dan kak Yance mereka berdoa beberapa menit kemudian bangun seperti biasa, pada waktu itu sedih dan menangis bertubi-tubi karena diantara enam bersaudara yang paling sayang adalah saya, Bapak angkat memberikan tiket untuk melihat mayat mamaku dari Timika ke paniai, tiba di bandara paniai jam 01-35 siang langsung menuju ke kampong halaman Kogopugaida mama sudah di makamkan saya merontak dan menagis di atas makam saya mau lihat muka mamaku, tapi mereka bilang hari lain kami tinggalkan tetapi hari minggu jangan di lewatkan jadi kami langsung makam mereka katakan demikian, saya tidak lama di kampung halaman hanya satu minggu saja lalu kemabali ke tempat tinggal ku di timika mengapa cepat kembali ke timika..?? karena Bapak angkat ijinkan 1 minggu saja di pedalaman karena mengigat pekerjaan di rumah peliara babi 25 ekor itu induk saja belum hidung dengan anak babi .
Sedih, tangis, sebelum berahkir satu minggu kemudian aku dengar berita duka lagi, meninggal dunia Bapakku Yusak Yogi tambah sedih dan menangis, rasa tidak nyaman dalam hidup namun luar biasa pertolongan TUHAN hilangkan semua hal-hal yang saya alami dan melalui hamba Tuhan Pdt Andareas Edoway S.PAK Ev Rein Pigai S.Th Ev Ibu Waroi S.PAK dan Pdt Henock Nawipa S.Th mereka naikkan dukungan doa kepada Tuhan, untuk menkuatkan iman, kepercayaan kepadaku.
Pdt Yusak Yogi belum waktu untuk meninggal dunia, tetapi dari YLSM komopa menerima PT Maskapai untuk beropersi empat Desa Distrik Aradide, tiga desa terima dengan baik PT tersebut, Desa Abatadi terjadi Pro dan Kontra antara dua pihak, Kontra dipimpin oleh. Jhon Yogi, Marhen Tekege dan Decky Tekege dll mereka bersih keras terima PT untuk operasi Desa Abatadi, kalau yang Pro di pimpin oleh Pdt Yulianus Yogi S.Th MA Pdt Yusak Yogi Ev Marthen Nawipa S.Th dan Oktovianus Yogi SE satu minggu tarik menarik antara pro dan Kontra kedua tidak mau menyerah, akhirnya dari pihak kontra cari jalan untuk membunuh pro, dari PT PREEPORT memberikan Bius kepada kontra oleh sebab itu pada malam hari Jhon yogi, Marhten Tekege dan Decky Tekege berhasil membunuh Pdt Yusak Yogi di Kogopugaida buang bius di dalam rumah akhirnya Bapakku Yusak Yogi pagi hari tidak ada nyawa, hari yang sama serang Oktovianus Yogi juga tapi tidak berhasil hanya dapat sakit berat , diantaranya mereka kejar Yulianus dan Marthen tetapi tak akan dapat apa yang targetkan oleh pihak kontra.
Sejak SMA bergabung dalam beberapa organisai baik dari sekolah maupun dari luar, dari sekolah kelas 1 terpilih sebagai kordinator Kerohanian, dari kelas 2 ketua OSIS dan dari kelas 3 kordinator kerohanian, untuk dari luar sekolah Ikatan pelajar SD, SMP dan SMA suku mee se kabupaten Timika sebagai sekretaris selama satu periode, setiap natal Gereja kemah injil ( KINGMI) tanah papua klasis Timika Jemaat Parusia tetap terpilih sebagai Dokumentasi, publikasi dan dekorasi ( (DOKPUPDEK ).
Tamat SMA tahun 2009
Apa yang kami harapkan musti akan mendapat, setelah lulus SMA tidak langjut perguruan Tinggi karena tidak ada yang mensuport dalam perkuliahan, oleh sebab itu sebelumnya saya harapkan kepada kedua orang tua, tetapi orang tua meninggal tahun 2009 yang lalu, motivasiku sangat tinggi untuk melanjutkan sejang yang paling tinggi , oleh karena itu TUHAN luar biasa mendengar doa-doa dari kedua orang tua sebelum almahum , saya tes di LPMAK hasil tes nyatakan lulus sangat gembira dan sangat bersyukur kepada TUHAN karena Ugatame buka jalan untuk melangjutkan kuliah semua biaya di tanggung oleh LPMAK ( Lembaga Pengembangan Amungme dan Kamoro ) dari Lembaga krim kami 25 orang di kota study Surabaya untuk melangjutkan jurusan masing-masing.
’’’’’’’’ setelah saya berpisah dengan kedua orang tua’’’,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Rabu, 13 April 2011
GAYA BELAJARKU
“Jika kita mengenali gaya belajar kita, maka kita lebih dapat belajar secara mandiri”
Pemahaman Gaya Belajarku
- Gaya Belajar (Learning Style)
Cara belajar yang dimiliki seseorang untuk mencerap ilmu.
- Gaya hidup yang dominan dalam suatu masyarakat dipahami sebagai pencerminan gaya belajar dari masyarakat itu.
- Gaya hidup orang indonesia
Pragmatisme : gaya hidup melakukan sesuatu bertolak dari nilai praktis yang akan diperoleh.
Materialisme : gaya hidup yang mengedepankan pencarian materi duniawi.
Konsumerisme : gaya hidup seorang panikmat, menghabiskan waktu dan harta untuk mengejar kenikmatan.
- Bertolak dari gaya hidup yang demikian maka gaya belajar masyarakat Indonesia cenderung hanya mau belajar karena akan mendapat “Hadiah” atau “Dipaksa” oleh kenyataan hidup.
o Contoh gaya belajar masyarakat Indonesia:
1) Gaya belajar sarimin : si topeng monyet mau disuru kesana kemari karena akan dapat hadiah, atau gaya belajar lumba-lumba atau gaya belajar anak-anak.
2) Gaya belajar karena “kepepet” / “terpaksa”
Kalau dipaksa oleh keadaan orang baru mau belajar. Bisa karena dipaksa orang tua, guru, atasan, dll.
Jadi hipotesanya: banyak anggota masyarakat Indonesia sulit belajar.
Apakah anda dan saya termasuk didalamnya ?
Mengapa Gaya Belajar Perlu Diketahui ?
- Menjadi pembelajar mandiri
Dengan mengetahui gaya belajar, seseorang memiliki inisiatif mempelajari sesuatu sesuai dengan minat, bakat, potensi, talentanya.
Dengan belajar mandiri seseorang terbebas dari kungkungan pengajar / pelatih formal di lingkungan ia belajar (sekolah, kampus, dll).
Gaya Belajar Menurut Anthony Robbins
- Gaya Visual
Pembelajar dapat belajar efektif jika menggunakan indra penglihatan fisiknya.dengan membaca, nonton film/video, dll.
- Gaya Auditori
Pembelajar dapat cepat mengerti dengan cara berbicara dan mendengarkan. Contoh : membaca dengan suara keras, berdiskusi, dll.
- Gaya Kinestetik
Pembelajar dapat belajar efektif dengan menggerakkan tubuhnya, mengalami secara langsung, aktif secara fisik, terjun ke lapangan, mencicipi, merasakan, dll.
- Gaya Belajar Intelektual
Belajar dengan berpikir, membayangkan, merenung, berimajinasi, mencongak, dll.
Langganan:
Komentar (Atom)






